Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bukan hanya seremonial rutin di awal tahun pelajaran, tetapi merupakan langkah awal yang sangat penting dalam membentuk karakter dan orientasi belajar murid baru. Di SMA Negeri 1 Haharu, MPLS Tahun Pelajaran 2025/2026 telah dilaksanakan selama lima hari penuh makna, yang dimulai sejak tanggal 14 hingga 18 Juli 2025.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Pengawas Pembina SMA Negeri 1 Haharu, Ibu Selviana Titik Pulung Tana, S.Pd yang didampingi oleh Kepala Sekolah Bapak Lodu Namuronja, S.Pd. dan Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan Ibu Julita Inna Lende, S.Sos., dengan semangat menyambut murid baru yang menjadi bagian dari keluarga besar SMA Negeri 1 Haharu. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya MPLS sebagai wadah awal membentuk karakter pelajar yang berakhlak, tangguh, dan siap bersaing di era global.
Setiap pagi selama MPLS, selalu diawali dengan Pertemuan Pagi Ceria, yang meliputi kegiatan senam Anak Indonesia Hebat untuk meningkatakan kesehatan, kebugaran dan semangat, menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk nasionalisme serta melakukan Doa bersama sebagai cermin religiusitas.
Kegiatan ini bertujuan membentuk rutinitas positif dan menanamkan kedisiplinan sejak hari pertama.
Di hari pertama, peserta MPLS diperkenalkan pada:
- Visi, misi, dan tujuan sekolah oleh Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah, agar peserta memahami arah tujuan pendidikan di SMA Negeri 1 Haharu.
- Budaya sekolah dan karakter satuan pendidikan, untuk membangun etika dan nilai kebersamaan.
- Fasilitas dan lingkungan sekolah, agar peserta mengenal dan dapat menjaga dengan penuh tanggung jawab.
Tujuannya kegiatan di hari pertama ini adalah agar peserta dapat merasa nyaman, aman, dan rasa memiliki terhadap sekolah barunya.
Pada hari kedua, peserta MPLS diberikan materi yang berguna untuk mulai membangun koneksi dengan:
- Guru, tenaga kependidikan, dan teman sebaya, agar tercipta suasana kekeluargaan dan saling menghargai.
- Profil Pelajar Pancasila, sebagai fondasi karakter pelajar Indonesia masa kini.
- Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang menanamkan kebiasaan positif seperti kejujuran, kerja keras, dan peduli sesama.
Harapan dari kegiatan di hari ini, peserta menjadi pribadi berkarakter kuat dan bertanggung jawab.






Pada hari ketiga, fokus materi diberikan pada dunia belajar dan pengembangan minat seperti:
- Pengenalan program intrakurikuler dan kokurikuler, agar peserta memahami sistem belajar yang diterapkan.
- Pengenalan kegiatan ekstrakurikuler, sebagai wadah pengembangan bakat dan jiwa kepemimpinan.
Dengan materi ini, SMA Negeri 1 Haharu mendorong peserta untuk aktif, kreatif, dan eksploratif melalui kegiatan akademik dan non-akademik.
Materi hari keempat difokuskan pada:
- Pengenalan tata letak dan sarana prasarana sekolah, serta sistem keamanan.
- Pencegahan kekerasan dan perundungan, untuk membangun sekolah yang ramah anak.
- Inspirasi dari kakak kelas berprestasi, agar murid baru memiliki panutan yang membangkitkan semangat belajar.
Dengan mengenal lingkungan secara menyeluruh, peserta diharapkan lebih percaya diri dan merasa aman selama menjalani masa belajar.
Hari terakhir MPLS diisi dengan:
- Aksi membersihan lingkungan sekolah,
- Penanaman tanaman umur panjang, sebagai simbol harapan dan tanggung jawab terhadap masa depan.
Kemudian dilanjutkan dengan materi:
- Pengenalan kegiatan bermasyarakat, untuk membangun jiwa sosial dan gotong royong,
- Penguatan kegiatan ekstrakurikuler, sebagai bekal keaktifan peserta sepanjang tahun.
Selama MPLS, peserta juga menerima materi penting dari para narasumber eksternal, yaitu dari:
BP3AP2KB Kabupaten Sumba Timur yang menyampaikan materi Pencegahan Pornografi, Perkawinan Anak, dan Isu Sosial lainnya. Materi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran moral dan sosial peserta agar mampu membuat keputusan yang bijak dalam kehidupan sehari-hari.
Selain dari BP3AP2KB, pemateri lainnya yang juga diundang untuk mengisi kegiatan pada MPLS kali ini adalah dari Puskesmas Kanatang dengan membawakan materi Kesehatan Sekolah dan Keselamatan Kerja (K3), yang bertujuan membentuk gaya hidup sehat dan tanggap terhadap kondisi darurat peserta. Dan yang terakhir adalah dari pihak Kapolsek Haharu (mewakili Kapolres Sumba Timur) yang menyampaikan materi tentang Pencegahan Judi Online dan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) guna mencegah peserta terlibat dalam perilaku menyimpang serta membangun daya tahan terhadap pengaruh negatif dari luar.
Melalui kegiatan MPLS ini, SMA Negeri 1 Haharu berharap seluruh murid baru mampu mengenal dan mencintai lingkungan sekolah, beradaptasi secara positif dalam komunitas belajar, menumbuhkan karakter kuat dan semangat belajar tinggi, menjadi murid yang cerdas, sehat, dan berintegritas.
Selamat datang, murid baru SMA Negeri 1 Haharu. Mari kita tumbuh dan berkembang bersama, menjadi bagian dari generasi hebat masa depan Indonesia!
