SMA Negeri 1 Haharu kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan menggelar kegiatan Simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) bagi murid kelas XI. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai dari tanggal 21 dan 22 Juli 2025, bertempat di Ruang Laboratorium Komputer SMA Negeri 1 Haharu.
Simulasi ANBK ini merupakan bagian dari persiapan penting menjelang pelaksanaan ANBK resmi yang akan dilaksanakan pada bulan September mendatang. Kegiatan ini bertujuan untuk membiasakan murid dengan teknis pelaksanaan ANBK berbasis komputer, sekaligus mengukur kemampuan awal dalam literasi membaca dan numerasi yang menjadi indikator utama dalam Asesmen Nasional.



Selama pelaksanaan simulasi, murid mengikuti sesi ujian dengan penuh kesungguhan dan disiplin. Didampingi oleh proktor dan teknisi, pelaksanaan simulasi berjalan dengan lancar dan tertib. Pihak sekolah juga memastikan kesiapan sarana prasarana, terutama jaringan internet dan perangkat komputer, agar kegiatan berjalan tanpa hambatan.
Kepala SMA Negeri 1 Haharu, Bapak Lodu Namuronja, S.Pd., dalam keterangannya menyampaikan bahwa simulasi ANBK ini sangat penting sebagai langkah awal dalam membentuk generasi yang melek literasi dan numerasi. “Kegiatan ini tidak hanya sebatas uji coba perangkat, tetapi juga bentuk pembelajaran untuk membiasakan murid berpikir kritis, analitis, dan reflektif terhadap berbagai persoalan kontekstual,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau berharap bahwa murid dapat mengikuti kegiatan ini dengan maksimal, sehingga saat pelaksanaan ANBK yang sesungguhnya, mereka sudah siap secara teknis dan mental.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk dukungan SMA Negeri 1 Haharu terhadap kebijakan transformasi pendidikan yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, yakni dengan menjadikan Asesmen Nasional sebagai alat ukur untuk perbaikan kualitas pembelajaran dan perencanaan berbasis data.
Dengan berakhirnya kegiatan simulasi ANBK tahun 2025 ini, SMA Negeri 1 Haharu optimis dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan literasi dan numerasi yang kuat, sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan.
