Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menyelenggarakan Karnaval Budaya pada 12–13 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat dan satuan pendidikan untuk menampilkan kekayaan budaya sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme dalam suasana perayaan kemerdekaan.
Karnaval Budaya pada 12 Agustus 2026 diikuti oleh berbagai satuan pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA/SMK hingga Perguruan Tinggi. Dalam momentum tersebut, SMA Negeri 1 Haharu turut mengambil bagian dengan melibatkan Bapak/Ibu Guru, Pegawai, serta para murid dalam sejumlah barisan karnaval yang dikemas secara kreatif, edukatif, dan sarat nilai budaya serta sejarah perjuangan bangsa.
Kehadiran keluarga besar SMAN 1 Haharu semakin lengkap dengan turut sertanya Bapak Lodu Namuronja, S.Pd., selaku Kepala SMA Negeri 1 Haharu, yang bersama Bapak/Ibu Guru, Pegawai, dan para murid mengikuti rangkaian kegiatan karnaval. Keikutsertaan Kepala Sekolah menjadi wujud keteladanan, kebersamaan, serta dukungan pimpinan sekolah terhadap kreativitas dan partisipasi peserta didik dalam kegiatan budaya dan kebangsaan.


Barisan karnaval SMAN 1 Haharu diawali dengan penampilan Drum Band Gita Bahari. Para anggota drum band membawakan musik “Eri Rambu Balu”, salah satu musik khas Sumba Timur, serta lagu kebangsaan Indonesia. Penampilan semakin semarak dengan atraksi para mayoret dan stick master yang menunjukkan keterampilan, kekompakan, disiplin, dan kreativitas para peserta didik.



Selanjutnya, barisan penari menampilkan keberagaman budaya Nusa Tenggara Timur melalui beberapa tarian daerah, yaitu Tari Ofa Langga dari Rote, Tari Nong Mari Nong dari Maumere, serta Tari Kandingang, sebuah tari kreasi yang mengangkat kekayaan budaya Sumba Timur.



Perpaduan berbagai tarian dari sejumlah daerah di NTT tersebut menjadi gambaran nyata semangat Bhinneka Tunggal Ika, bahwa perbedaan budaya bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekayaan yang patut dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.


Tidak kalah menarik, barisan Luluk menampilkan salah satu bagian penting dari adat dan budaya Sumba Timur. Luluk memiliki peran sebagai juru bicara dalam pembukaan acara adat.
Dalam Karnaval Budaya kali ini, penampilan Luluk dikemas secara khusus dengan mengangkat kisah perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan. Melalui penyampaian pesan dan narasi budaya, penampilan tersebut mengingatkan masyarakat bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan buah dari perjuangan, pengorbanan, persatuan, dan keberanian para pendahulu bangsa.
Salah satu bagian yang menjadi daya tarik tersendiri adalah barisan pejuang. Dalam barisan ini, para murid SMAN 1 Haharu menampilkan drama perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah.
Drama tersebut menggambarkan suasana perjuangan para pahlawan dalam menghadapi penjajahan, semangat rakyat untuk mempertahankan tanah air, serta keberanian dan pengorbanan dalam memperjuangkan kemerdekaan. Penampilan para murid tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi media pembelajaran sejarah yang mengajak generasi muda untuk memahami arti penting kemerdekaan.


Melalui drama tersebut, para murid diajak untuk merefleksikan bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini tidak diperoleh dengan mudah. Ada pengorbanan jiwa, raga, waktu, dan pikiran dari para pahlawan yang harus terus dikenang dan dihargai.
Barisan berikutnya menampilkan pakaian adat Sumba, yang memperlihatkan kekayaan identitas dan warisan budaya masyarakat Sumba. Kehadiran pakaian adat menjadi simbol kebanggaan terhadap budaya lokal sekaligus bentuk nyata komitmen generasi muda untuk menjaga dan melestarikan warisan leluhur. Dimana dalam barisan ini juga SMAN 1 Haharu menghadirkan hasil Program Berwawasan Keunggulan Lokal (PBKLK) pengolahan hasil laut yang dibuat oleh para murid dan didampingi oleh Bapak/Ibu Guru dan Pegawai SMAN 1 Haharu. Produk yang dihadirkan berupa jus rumput laut, aneka camilan dari rumput laut dengan berbagai rasa, kerupuk ikan, kacang bawang, kacang tepung, kacang telur, dan kripik goreng.



Rangkaian barisan kemudian diikuti oleh Bapak/Ibu Guru dan pegawai SMAN 1 Haharu, termasuk Bapak Lodu Namuronja, S.Pd., selaku Kepala Sekolah, sebagai wujud kebersamaan dan dukungan seluruh warga sekolah dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


Keikutsertaan SMAN 1 Haharu dalam Karnaval Budaya bukan sekadar menjadi bagian dari kemeriahan perayaan kemerdekaan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana pendidikan bagi murid untuk mengenal, mencintai, melestarikan, dan memperkenalkan budaya daerah, sekaligus menanamkan nilai nasionalisme, persatuan, kreativitas, disiplin, keberanian, dan kebersamaan.
Mulai dari alunan musik Drum Band Gita Bahari, keberagaman tarian NTT, tradisi Luluk, keindahan pakaian adat, hingga drama perjuangan para murid, seluruh rangkaian penampilan menjadi satu kesatuan cerita tentang budaya, perjuangan, persatuan, dan kemerdekaan.
Melalui momentum ini, SMAN 1 Haharu terus berkomitmen menjadikan budaya dan sejarah sebagai bagian penting dalam pendidikan karakter. Kreativitas para murid, dukungan Bapak/Ibu Guru dan Pegawai, serta keterlibatan langsung Kepala Sekolah menjadi bukti bahwa seluruh warga sekolah dapat bersatu untuk berkarya, melestarikan budaya, dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif.
Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia!
Budaya Lestari, Sejarah Terpatri, Semangat Kemerdekaan Tak Pernah Mati.
SMA Negeri 1 Haharu: Bersama Raih Prestasi, Bangun Karakter, Wujudkan Mimpi!
